Shariah 4 the world

Hukum Islam menikah dengan non muslim?

Hukum Islam menikah dengan non muslim
Dapatkah wanita muslimah menikah dengan laki-laki non muslim dan dapatkah laki-laki muslim menikah dengan wanita non muslim?
Pengetahuan tentang adanya larangan dalam syari’at Islam bahwa wanita muslimah dilarang untuk menikah dengan laki-laki non muslim adalah penting untuk diketahui. Beberapa pernikahan terjadi dengan fakta ini (pernikahan wanita muslimah dengan laki-laki non muslim) dianggap batal secara syar’i dan tidak ada nilainya dihadapan hukum Islam. Pernikahan yang dilaksanakan antara wanita muslim dengan laki-laki yang beragama (Yahudi dan Kristen) atau laki-laki yang kafir baik mereka orang-orang atheis (tidak mengenal Tuhan) atau laki-laki yang beragama Hindu, Budha, dll (merupakan pernikahan yang dianggap batal secara syar’i).
Keterangan tentang hal ini telah jelas di dalam potongan ayat dalam Al Qur’an :
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijroh kepadamu perempuan-perempuan yang beriman maka hendaklah kamu uji (keimanan mereka). Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman, maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal bagi mereka…..” (QS. Al-Mumtahanah (60):10).
Ayat ini mengandung satu prinsip penting yaitu bahwa wanita muslimah menurut hukum Islam tidak untuk orang-orang kafir (wanita muslimah dilarang untuk menikah dengan orang kafir). Ayat tersebut membicarakan mengenai hukum terhadap wanita muslimah yang melakukan pernikahan dengan laki-laki non muslim, hal ini berdasarkan atas seruan dari ayat:
“Perempuan yang berzina tidak dikawin melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik”(QS.An Nur (24):3).
Dalam ayat tersebut Allah swt. menjelaskan bahwa wanita muslimah pezina diperuntukkan untuk orang-orang kafir, orang-orang yang menyekutukan Allah / orang-orang poliatheis adalah orang kafir, oleh karena itu hukum bagi wanita muslimah yang menikah dengan orang kafir atau orang atheis adalah Allah benar-benar mengharamkannya.
“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina atau perempuan yang musyrik dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan atas laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin”(QS. An Nur (24):3)




Arti dari kata ‘yankahu’ dalam ayat ini menunjukkan atas hubungan badan yang tidak sah. Ada 2 tipe dari hubungan badan (jima’) ini:
1. Hubungan badan antara laki-laki dan wanita dikatakan sah dalam Islam jika telah melalui proses pernikahan (ada aqod pernikahan,adanya 2 orang saksi, dll).
2. Hubungan badan antara laki-laki dan wanita tanpa aqod pernikahan, maka dihukumi dengan zina (pernikahan yang tidak sah). Nikah dapat diartikan dengan zina meskipun telah terjadi perkawinan (jika syarat-syarat dan rukun nikahnya tidak terpenuhi). Hal ini ditunjukkan dengan 3 segi perbedaan:
a) Arti dari nikah dalam ayat ini berarti hubungan badan (jima’) tanpa adanya aqod nikah, sehingga dikatakan sebagai pezina meskipun dia muslim/kafir, seorang laki-laki pezina tidak akan melakukan perbuatan zina kecuali dengan wanita yang  menyukainya dan wanita pezina tidaklah melakukan perbuatan zina kecuali dengan laki-laki yang menyukainya. (perbuatan zina tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka sehingga keduanya disebut pezina).
b) Akhir ayat ini menyebutkan bahwa: “Dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang mukmin”. Allah telah melarang perbuatan zina atas orang-orang yang beriman. Secara bahasa kata ‘dan yang demikian itu’ menunjukkan atas kata ‘yankahu’. Hubungan badan / jima’ yang tidak sah yang disebutkan sebagai perbuatan zina. Ayat ini tidak menunjukkan atas pernikahan.
c) Ayat ini dihubungkan dengan kata musyrik dan musyrikah (laki-laki yang menyekutukan Allah dan wanita yang menyekutukan Allah). Indikasi ini menjelaskan atas kata nikah yang dimaksud disini artinya zina, untuk itulah kita harus mengambil bukti yang jelas dari Al-Qur’an atas larangan laki-laki muslim untuk menikah dengan wanita musyrik.
“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat Nya (perintahnya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran (QS. Al-Baqoroh (2):221).
Kedua ayat ini menjelaskan tentang larangan untuk menikah dengan orang-orang musyrik yang diperuntukkan bagi keduanya baik laki-laki maupun wanita. Oleh karena itu tidak ada dalih apapun yang membolehkan wanita muslimah menikah dengan laki-laki non muslim, laki-laki muslim hanya dibolehkan menikah dengan wanita-wanita muslim yang menjaga kesucian dirinya atau wanita kristen atau wanita yahudi yang menjaga kesucian dirinya. Yang dimaksud disini adalah wanita yang belum menikah dan wanita yang menjaga kesucian dirinya. Laki-laki muslim dilarang menikah dengan wanita atheis, wanita beragama Budha, Hindu atau wanita-wanita kafir lainnya kecuali mereka berasal dari ahlul kitab (Kristen dan Yahudi), untuk teks disini dibolehkan laki-laki muslim untuk menikahi dari wanita-wanita mereka (Yahudi dan Kristen).
“Dan dihalalkan mengawini wanita-wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan diantara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu” (QS. Al Maidah (5):5).
Tidak ada perbedaan opini diantara kalangan ulama atau ulama-ulama terdahulu yang ada hanyalah satu pendapat yaitu tentang larangan wanita musimah untuk menikah dengan laki-laki non muslim.
Wallahu a’alam bis showab!

Sumber : Al-Muhajirun 

Menanggapi pemberitan sepihak (metro tv, media Indonesia dan situs-situs internet)

Menanggapi pemberitan sepihak (metro tv, media Indonesia dan situs-situs internet)
Berikut adalah surat bantahan Ming Ming Sari Nuryanti, kakak dari Rohani Nurfitri (12) yang diisukan disekap, dihipnotis, dan dicuci otak oleh kelompok radikal NII. Surat bantahan ini disampaikan kepada Arrahmah.com beserta Surat Pernyataan dari Syaefudin, ayah dari Ming Ming dan Rohani Nurfitri yang berjanji tidak akan melakukan kekerasan/pemukulan lagi kepada anak-anaknya. Semoga menjadi pelajaran berharga!
Bismillah… Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
Saya Ming Ming sari Nuryanti dan kedua adik saya yaitu Lisa dan Melati dalam keadaan sehat wal afiat dan Allah masih berkenan melindungi kami, ini semua karena nikmat dan karunia Nya. Menanggapi pemberitan sepihak (metro tv, media Indonesia dan situs-situs internet) yang sedang berkembang tentang saya dan kedua adik saya, maka saya katakan…. Astaghfirullah, ini adalah berita bohong dan fitnah yang kejam!
Ketahuilah untuk semua (yang menginginkan kebenaran) baik yang sudah terlanjur termakan isu fiktif+fitnah itu, atau yang masih ragu atau juga yang belum tahu, inilah fakta, inilah kebenaran…. Sungguh kehidupan saya sebenarnya teramat sangat ironis dan miris. Awalnya saya malu, teramat malu, takut, tidak ada keberanian untuk mengungkap ini semua kepada publik, karena saya menganggap hal ini (perilaku orang tua) adalah aib…. Aib keluarga.!! Akan tetapi setelah setelah segala peristiwa kemungkaran dan kedzaliman yang menimpa, mendera diri saya dan adik-adik saya telah merambah pada masalah aqidah, maka saya berani untuk mengungkapkan hal sebenarnya. Ini semua saya lakukan tidak bermaksud sebagai justifikasi/pembelaan diri, tapi sebagai klarifikasi dan yang saya ungkapkan ini semata-mata saya ingin membela syariat-Nya, Dien-Nya, yang dicemooh, dicaci dan dihinakan.
Kronologi sebenarnya di Bulan ramadhan dan awal Syawal yang kelabu (2008)
Berawal saya berpisah dengan keluarga saya, bukan lantaran saya kabur/minggat/melarikan diri. Akan tetapi berawal dari pengusiran! PENGUSIRAN LANGSUNG yang dilakukan langsung oleh bapak Saepudin alias Ujang, yang diawali kekerasan secara fisik dan ancaman berupa kematian! Yang merasakan tindak kezaliman dari pak Ujang bukan saya sendiri akan tetapi ibu pujianti dan adik-adik saya pun tidak luput dari kebrutalan dan kekejamannya! Pengusiran dan tindak kedzalimannya disebabkan karena protes saya terhadap egois diri dan tindakan ekspoitasi pak ujang terhadap saya dan adik-adik. Karena sikap saya yang menunjukan keberanian dalam memprotes menyebabkan pak ujang emosi tak terkendali hingga menimbulkan kemarahan dan kebencian yang luar biasa hingga berujung pada penganiayaan dan pengusiran! Harap diketahui kekerasan yang dilakukan pak Ujang bukan sekedar tempeleng/tamparan, tapi tonjokan, tendangan, injakan kepala, cekikan dan bantingan! Yang merasakan tindakan tersebut tidak hanya saya melainkan Ibu Pujiati dan adik-adik saya juga merasakan berbagai siksaan yang dihantamkan oleh pak Ujang.
Dan untuk masalah Rohani, yang sekarang ini menjadi bahan berita yang dieksploitasi dan ditunggangi akan sebuah kepentingan yang bermaksud untuk menyudutkan (lagi-lagi) ajaran dan Syariat Islam. Sungguh benar-benar kedustaan yang tiada habisnya yang dilontarkan oleh pihak bapak Syaepudin. Saya pikir, setelah sekian lama ditingalkan oleh anak-anaknya dia akan bertaubat dan menjadi hamba Allah yang baik, menjadi orang tua yang baik… ternyata kenyataan berkata lain, justru malah semakin brutal, membabi buta, berkoar-koar bicara kebohongan dihadapan media, ya begitulah dia setiap ada momen tentang berita yang menyudutkan ajaran Islam, dia selalu berusaha untuk tampil sebagai aktor.
Tak henti-hentinya dalam pikirannya, dalam otaknya adalah makar jahat agar ajaran Islam tercoreng, tercemar, diobrak-abrik oleh kejahatan lisannya, sungguh dia sangat menikmati apa yang disampaikannya kepada media, karena itulah keinginannya menjadi orang yang dikenal agar dikasihi untuk mendapatkan simpatik masyarakat, terutama mendapatkan penghasilan tambahan, isi kantongnya. Dendamnya dia karena tidak berhasil untuk mempengaruhi saya mengikuti untuk cara hidupnya yaitu memanfaatkan orang lain untuk kepentingan pribadi, menjadikan anak-anak nya sebagai pundi-pundi hartanya. Saat inilah dia merasa saat yang tepat untuk mencairkan cek kosong nya agar menjadi berharga.
Ketahuilah sejak peristiwa yang memilukan tersebut serta adanya ishlah yaitu berupa penyerahan hak atas diri saya dan kedua adik saya untuk dapat hidup mandiri terlepas dari  kekejaman orang tua, maka saya pergi meninggalkan rumah bersama adik-adik saya (lisa dan melati) adapun tiba-tiba adanya Rohani dalam kepergian saya itu diluar sepengetahuan saya, saya terkejut ketika masuk dalam kendaraan di bawah jok mobil rohani bersembunyi dan memaksa ikut pergi bersama saya. Saya melarangnya dan menyuruhnya untuk kembali saja ke rumah, karena dia masih kecil dan di luar perjanjian saya dengan keluarga. Keluarga mengizinkan saya boleh pergi bersama adik-adik saya yang besar sedangkan yang kecil tidak boleh ikut. Saat itu Rohani berusia sekitar Sembilan tahun kurang. Akan tetapi ketika saya larang untuk ikut saya dia malah menangis, katanya tidak mau ikut orang tua yang kejam.
Saya tidak tega, masa saya tega membiarkan dia di tengah jalan??? Maka akhirnya dengan keadaan terpaksa saya mengiyakan untuk ikut saya dengan syarat tidak boleh nakal, harus mau menjadi anak yang baik dalam bimbingan Al Qur’an dan Sunnah. Dan dia pun mengiyakan, setelah itu saya anggap selesai tidak ada apa-apa lagi. Akan tetapi….. lagi-lagi masalah menerpa diri saya.
ROHANI BERBUAT FITNAH DAN ULAH
Saya pikir Rohani benar-benar akan menjadi anak yang baik, anak yang sholihah, akan tetapi justru menjadi anak yang sebaliknya. Rohani berubah menjelma menjadi anak kecil yang pembohong dan penebar fitnah. Entah siapa yang merasuki pikirannya, sehingga dia menjadi jahat dan licik, serupa dengan bapak Syaepudin dan Ibu Pujiati. Semua yang dikatakannya adalah bohong. Kenapa dia tidak bilang kalau merasa terpaksa ikut dengan saya?? Padahal awalnya dialah yang memaksa ikut.
Disiniah adanya ketidakberesan di dalam pikirannya. Kalau dia disekap pastinya 24 jam dia terkurung di dalam ruangan, kenapa bertahan bertahun-tahun???? Dan sudah tentu dia kurus kering kerontang, cobalah anda lihat tubuhnya sekarang.!! Sepengetahuan saya, rohani tidak tahu istilah sekap/penyekapan, ini adalah istilah baru yang baru dia dapatkan dan ada yang mengajarkannya, tentunya yang mempengaruhi dia setelah dia pergi dari rumah Buya (orang yang saya titipkan Rohani). Lucu dan aneh…. Orang disekap bisa bebas keluar masuk rumah dengan sendirinya, pergi ke pasar, main ke rumah tetangga, membeli makanan dan sebagainya.
Kalau orang yang memiliki pikiran yang waras pasti dia berpikir ini adalah lelucon, sandiwara belaka dan basi. Dan pengakuannya tentang kakak-kakak nya yang disekap pula lagi-lagi dia ngibul dan ngelantur, Rohani sangat hafal dimana dia tinggal selama di pamulang, tidak mungkin dia tidak ingat. Kecuali tiba-tiba dia menjadi lupa ingatan. Masalah cadar itu adalah keinginan dia sendiri untuk memakainya mengikuti kakak-kakaknya yang memang sudah bercadar, siapa bilang bahwa dia dipaksa??? Kami tidak pernah memaksanya dan Rohani tidak pernah didoktrin, memang dia pada awalnya sudah membenci orang tuanya yang dianggap kejam oleh dirinya maka untuk apa doktrin-doktrin segala, ini adalah sebuah fakta sebenarnya.
Jadi rohani tidak pernah disekap, tidak pernah dianiaya, dan tidak ada yang namanya doktrinisasi. Kalau bicara doktrin sekarang inilah rohani telah didoktrin oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab pasca kepergian dia dari rumah Buya (kak Bachrum/orang yang saya titipkan Rohani). Padahal saya menitipkan Rohani kepada buya hanya sementara, dan akan saya bawa kembali. Sebelum saya datang untuk kembali membawanya, tiba-tiba ada kabar menghilangnya rohani dari rumah Buya selepas adzan Maghrib berkumandang. Kami sibuk mencarinya, karena nomor handphonenya tidak aktif. Tahu-tahu saya dengar lagi bahwa dia sudah ada bersama warga sekitar dan melaporkan serta mengantarkan dia ke polsek pamulang.
Lucu dan anehnya, warga sekitar mengaku tidak tahu menahu ketika ditanyakan keberadaan Rohani, padahal jelas-jelas mereka mengetahuinya. Karena Rohani kabur tiba-tiba melalui atap rumah dan kepergok (atau sengaja dipergoki warga), Saya tidak tahu apa maksud Rohani berbuat ulah seperti itu, hanya menyusahkan orang lain saja, tidak jelas alasannya apa, dan keinginannya apa. Mungkin ini adalah sensasinya dia agar mendapatkan perhatian, simpatik ditengah ketakutan dia karena kepergok warga merayap diatas rumah dan kemudian menjadi tertekan. Saya menganggap apa yang dilakukan Rohani adalah kenakalan anak-anak yang memang biasa dia lakukan, karna bukan kali ini saja dia tiba-tiba kabur tidak jelas. Sejak kecil dia senang kabur dari rumah apabila keinginannya tidak merasa diperhatikan. Parahnya kini… kenakalan dia yang sudah biasa itu telah ditunggangi, dimasuki bisa racun pikiran jahat orang-orang yang hendak mencari keuntungan, yang memang membenci kami sebagai MUSLIMAH. Yang ada dibelakang Rohani, yang berperan sebagai dalangnya dan yang berperan sebagai penggembira yang bersorak-sorak kegirangan… ketahuilah apa yang kalian lakukan niscaya akan mendapatkan balasan setimpal dari Allah Shubhanahu wa Ta’ala. Tertawalah kalian sepuasnya… karna di akhirat  kelak kalian pasti akan menangis, meraung-raung sejadi-jadinya karna siksa yang teramat pedih, akibat perbuatan kalian yang mendzolimi hamba-Nya yang berusaha ta’at kepada-Nya dengan menjalani syari’at-Nya. Dan untuk media yang senang menyebarkan berita fiktif dan fitnah hanya untuk mengeruk keuntungan agar mendapatkan rating tinggi, ingatlah kalian pun tidak akan terlepas dari hukuman Allah yang mahaadil dengan apa yang kalian lakukan, yang kalian rekayasa.
Maka saya tegaskan, bahwasanya berita yang berkembang dan menyudutkan itu adalah BOHONG. Kami bukan bagian dari hasil perekrutan dari ajaran-ajaran yang dituduhkan. Ini adalah fitnah….. untuk engkau wahai Rohani, Semola Alah Ta’ala mengampunimu akan fitnah yang sudah engkau perbuat pada orang-orang yang sudah berbuat baik kepadamu, sungguh engkau akan menyesal suatu saat nanti, karena telah berbuat jahat pada orang lain, yang selama ini telah merawat, menjaga, dan memperhatikan serta menyayangimu. Ternyata engkau lebih memilih cara yang salah. Apakah mungkin ini adalah pertanda bahwa Allah telah mencabut hidayah dari dadamu, sehingga engkau menjadi jahat dan tidak mempunyai hati nurani.
Satu lagi, mengapa engkau mengatakan tidak disekolahkan, padahal telah jelas-jelas engkau telah didaftarkan dan menjalani kegiatan belajar mengajar selama sebulan lebih disekolah itu?? Tetapi engkaulah yang meminta keluar…
KEDZALIMAN YANG BERULANG-ULANG
Sungguh hal ini bukanah kali pertama yang dilakukan pak Ujang, perangai pak Ujang sejak dahulu memeng seperti itu. Dia dikenal sebagai preman! Dan pernah masuk bui karna perangainya yang PREMANISME. Pak Ujang tidak sekedar piawai dalam mendzalimi keluarganya tapi juga piawai bersandiwara/berbohong sehingga mampu menyihir orang-orang (yang tidak tahu perangai asli pak Ujang) menjadi sangat percaya akan segala cerita palsu yang dituturkannya, padahal itu semua dia lakukan untuk menutupi dosa-dosanya!!! Ibu Pujiati, sesungguhnya teramat mengetahui bagaimana perangai sebenarnya pak ujang itu… akan tetapi dia memilih untuk menutupi kesalahan dan dosa-dosa pak Ujang, karena rasa takut yang teramat tinggi yang akhirnya sekarang malah berbalik ikut-ikutan menyerang saya (yang diakuinya sebagai anak) dan membela kebohongan pak Ujang.
Entah saya tidak tahu dimana hati nurani seorang ibu yang sempat melahirkan dan membesarkan anak-anaknya!!! Entah apa yang ada dalam pikiran dan perasaan seorang ibu pujianti, ketika melihat dan menyaksikan sendiri anak-anaknya yang dijadikan bulan-bulanan oleh suaminya sendiri!!! Padahal sejujurnya ini semua adalah murni MASALAH TINDAKAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DAN EKSPLOITASI ANAK akan tetapi pak Ujang mengalihkan masalah KDRT dan eksploitasi anak ini menjadi permasalahan lain, yaitu menjadi masalah kesesatan/radikal/NII. Tidaklah benar jika saya dan adik-adik saya dituduh oleh pak ujang dan ibu pujiati sebagai pengikut aliran sesat/NII/radikal yang mereka tuduhkan kepada kami sebagai penyebab kepergian kami dari rumah.
Sekali lagi kami katakan, bahwa kami pergi karena diusir dan penyiksaan sebagaimana sudah saya jelaskan diawal. Jika berbicara masalah kesesatan…. Siapakah yang sesat sesungguhnya??? Saya yang yakin dengan aqidah Ahlusunnah wal jamaah, dengan bermanhaj salafush shalih dikatakan sesat/radikal/NII oleh seorang yang mengeksploitasi anaknya, berbuat beragam kezaliman, memukul, menendang sampai pingsan, menginjak-injak kepala anaknya, berbuat kesyirikan, pemabuk, pezina, tidak percaya Al quran, mengatakan Al-quran palsu sebagai wahyu Allah, bahkan berani menginjak-injak Al-quran di depan anak-anaknya, menantang Allah dengan meminta didatangkannya Adzab apabila benar Al quran itu memang wahyu Allah, mengumpamakan dirinya sebagai Tuhan yang mampu menciptakan manusia.!!! Maka siapakah yang sesat… siapakah yang dalam kesesatan….. siapakah yang radikal…… saya dengan adik-adik saya ataukah dia.???
Itulah diantara rentetan dosa-dosa pak Ujang yang melampaui batas….. secara fisik saya mampu menahan segala siksan yang mendera dan melingkupi hari-hari kehidupan saya, namun ketika kitab suci Nya, Dien Nya sudah diinjak-injak, dilecehkan sedemikian rupa, maka demi Allah saya tidak dapat menerimanya!!!! Inilah kesesatan dan kejahatan!! Dan saya juga melampirkan surat pernyataan sebagai bukti adanya kekerasan yang dilakukan pak ujang.
Demikianlah sepenggal kisah kehidupan saya dengan sejujurnya dan sebenarnya, saya ungkapkan, sekali lagi semata-mata untuk sebuah kebenaran.
Semoga Allah memudahkan segala urusan saya, hanya kepada-NYa segala urusan saya serahkan.
Wassalaamu’alaikum Warahmatullaahi wabarakaatuh
Yang selalu mengharap ridho Allah;
( Ming-Ming Sari Nuryanti)

Wanita akan tersenyum sipu apabila mengetahui Hurun ‘In ini

Wanita akan tersenyum sipu apabila mengetahui Hurun ‘In ini
Putri Filzati Untuk Al-Mustaqbal Channel
Hurun ‘In? Apa sih arti dari hurun ‘in? Pasti para wanita pada penasaran dengan kata satu ini. Karena arti dan sifat-sifat dari hurun ‘in ini sungguh indah! Mari kita simak penjelasannya dari buku Surga dan Bidadari, karya Mahir Ahmad Ash-Shufi.
Arti Hurun’In
Menurut bahasa, kata hur merupakan bentuk jamak dari hauro’.  Sedangkan arti hauro’ adalah wanta muda yang cantik, manis, menarik, dan putih bersinar. Sedangkan kata ‘in adalah wanita yang memiliki mata hitam dan lebar. Ia merupakan wnaita pemilik mata terindah yang disaksikan oleh manusia.
Ada pula pendapat yag mengatakan bahwa yang disebut hauro’ adalah wanita yang menjadikan pandangan matanya terpana karena kelembutan kulitnya dan kejernihan warnanya. Ada lagi yang berpendapat bahwa hauro’ adalah wanita yang membuat mata terpana disebabkan oleh kecantikannya, keelokannya, daya tariknya, serta kemanisan wajahnya (selanjutnya penerjemah menggunakan istilah hurun’in atau bidadari cantik bermata jeli; atau bidadari surga; atau bidadari saja dengan maksud sama).
Allah Ta’ala adalah Pencipta seluruh ciptaan, dan Dia Maha Mengetahui dimana letak keindahan yang menarik, lalu Dia menjadikannya pada hurun’i. ini merupakan bagian dari keelokkan dan keindahan ciptaann-Nya.
Sifat-Sifat Hurun ‘In
Al-Qur’an telah menampilkan sebagian dari sifat-sifat hurun’in dengan menunjukkan kecantikannya, keindahannya, akhlaknya, kebersihannya, serta kedudukan dan kemuliaannya yang tinggi.
Berkenaan dengan sifat mereka yang disebutkan dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala berfirman,
“Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik, laksana mutiara yang tersimpan baik.” (al-Waqi’ah [56] : 22-23)
Dalam menafsirkan ayat ini, Rasulullah Shalallahu’alaihi wassalam bersabda, “Jernih seperti jernihnya mutiara yang tersimpan dalam wadah yang tidak pernah terkotori oleh tangan.” (Hr. Tirmidzi dalam Sunannya)
Allah Ta’ala berfirman, “Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik lagi cantik-cantik.” (ar-Rahman [55] : 70)
Dalam menafsirkan ayat ini, Rasulullah bersabda, “Mereka itu adalah wanita-wanita yang memiliki sebaik-baik akhlak dan secantik-cantik wajah.”
Allah Ta’ala berfirman, “Penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (al-Waqi’ah [56] : 37)
Maksud kata ‘uruban adalahw anita-wanita yang penuh cinta lagi dekat di hati. Sedangkan arti kata atroban adalah wanita-wanita yang setara umurnya, dengan waktu kelahiran yang sama, dimana tidak ada salah satu di antara mereka yang lebih tua atau lebih muda usianya dari yang lain.
Jadi, mereka semua memiliki usia yang sama, tidak ada yang lebih muda atau lebih tua. Demikian juga kecantikan, keelokan, dan kebersinaran wajah mereka tidak akan pernah hilang. Allah Ta’ala berfirman, “Seakan-akan bidadari itu permata yaqut dan marjan.” (ar-Rahman [55] : 58)
Makna ayat ini adalah bahwa Allah Ta’ala menjadi hurun ‘in itu memiliki kecantikan yang sangat menarik, sejernih permata yaqut dan seputih marjan. Keduanya merupakan bagian dari jenis tambang yang sangat bernilai dan mahal.
Kejernihan permata yaqut dan putihnya marjan yang ada di dunia ini jelas berbeda sekali dengan kerjernihan dan keputihannya yang ada di surga. Yaqut dan marjan diciptakan oleh Allah Ta’ala di muka bumi ini agar bisa dipakai untuk sementara waktu, dan kemudian fana. Adapun di akhirat nanti, dan secara pasti di surga, maka Allah Ta’ala menciptakan keduanya untuk langgeng. Sehingga, keputihan dan kejernihannya begitu lembut dan menarik karena begitu indah dipandang dan begitu memukau.
 Allah Ta’ala berfirman, “…. Dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci.” (al-Baqarah [2] : 25)
Istri-istri yang disebutkan dalam ayat diatas adalah bidadari yang dinikahkan dengan orang-orang mukmin yang diridhoi oleh Allah Ta’ala dengan memberikan surga sebagai tempat tinggal yang abadi bagi mereka.

Oleh karena itu Allah Ta’ala menjadikan wanita-wanita tersebut sebagai wanita-wanita yang suci dari haidh, dari buang air besar dan kecil, serta dari meludah. Ini meerupakan sifat-sifat yang menunjukkan keseluruhan yang sempurna pada diri seorang makhluk yang diangkat derajatnya oleh Allah Ta’ala hingga ke derajat yang paling tinggi dan kedudukan yang paling luhur.

Kesabaran, Perhiasan Orang Yang Beriman

Perhiasan sejati adalah akhlaq
Putri Filzati Untuk Al-Mustaqbal Channel
Banyak orang mengira, bahwa perhiasan adalah sesuatu hal yang mesti tampak secara kasat mata. Yang mesti tampak dan pantas untuk dikatakan sebuah keindahan. Tapi ternyata tanpa kita sadari, perhiasan itu hanyalah perhiasan semu. Lalu manakah perhiasan yang lebih baik dari itu?
Kesabaran
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (az-Zumar [39] : 10)
Kesabaran merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisahkan. Ia merupakan salah satu penyebab wujud ini, serta merupakan pokok dan pertanda adanya ujian dan cobaan. Allah Ta’ala berfirman,
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya.” (al-Mulk [67]: 2)
Ujian dan cobaan tidak mungkin bisa dihadapi  kecuali dengan ketabahan dan kesabaran terhadap qodho’ Allah.
Mengingat agungnya masalah kesabaran ini di sisi Alah Ta’ala, maka Allah memulainya dengan Diri-Nya sendiri; dan bahkan menamakan diri-Nya sebagai Dzat yang maha Penyabar (Ash-Shobur). Allah memerintahkan kita agar berhias dengan kesabaran; serta menjadikannya sebagai lambang bagi orang yang beriman.
Maka jelaslah bahwa, perhiasan itu bukanlah yang tampak secara kasat mata, apalagi jika itu merupakan perhiasan bagi orang yang beriman. Ma syaa Allah! Sesungguhnya kesabaran itulah yang lebih baik. Sebagaimana dengan firman Allah Ta’ala,
“Hai orang-orang yang beirman, bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu), dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (ali-Imran [3] : 200)
Dari ayat yang mulia inilah, mengisyaratkan akan adanya perintah mutlak agar kita selalu bersabar dan bertakwa. Karena keduanya merupakan pondasi yang kokoh bagi setiap mukmin di muka bumi ini.
Wallahua’lam bisshowab
Sumber : Terjemahan Kitab Jinanu Khuld: Na’imuha wa Qushuruha wa Huruha, Mahir Ahmad Ash-Shufi

Forsium Gelar Alif Ke-6, Alhamdulillah Sukses!

Event-Romantika dan problematika rumah tangga
M Fachry untuk Al-Mustaqbal Channel
CIPUTAT, TANGSEL-Forsium atau Forum Silaturahmi Ummahat, alhamdulillah sukses menggelar Alif (Agenda Liqo’ Forsium) yang ke-6, Ahad (22 September 2013) di Aula Relasi Ciputat (Perum PPD-Depo A, Jalan RE Martadinata) Cipayung, Ciputat, Tangsel. Tema Romantika & Problematika Rumah Tangga dibahas tuntas oleh para pembicara, bazzar dan khitan khusus untuk akhwat pun berjalan lancar, Alhamdulillah!
Ratusan akhwat (Muslimah) memenuhi gedung Aula Relasi Ciputat, Tangsel. Mereka adalah anggota dan undangan Forsium, yang tengah menggelar acara Alif (Agenda Liqo’ Forsium) yang ke-6. Liqo’ yang diadakan di di Aula Relasi Ciputat (Perum PPD-Depo A, Jalan RE Martadinata) Cipayung, Ciputat, Tangsel, atau tepatnya persis di depan TIPTOP Ciputat.
Tepat pukul 09.00 WIB, pembawa acara, sekaligus moderator, Ustadz Izzy Imani (Gashibu) membuka acara, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Abu Syakir.
Selepas itu, acara inti Forsium ke-6 dimulai, yakni membahas Romantika & Problematika Rumah Tangga, Berawal Dari Rumah & Untuk Ummah! Pembicara pertama adalah Ustadz Bachrum Syah dari P-Ta Press. Beliau membahas secara lugas dan detail bagaimana seharusnya para suami bisa meniru Rasulullah SAW., romantis kepada para istrinya. Jangan hanya karena kita muwahhid dan mujahid, Insya Allah, lalu kita bersikap kaku dan dingin kepada istri-istri kita, begitu ungkap beliau.
Selanjutnya, Ustadz M Fachry dari Al-Mustaqbal Channel membawakan meteri yang berjudul Peran Keluarga Muslim Dalam Jihad Global. Mengutip perkataan Syekh Abu Mush’ab As Suri, beliau menjelaskan bahwa jihad global adalah adanya persatuan umat Islam sedunia dalam dimensi geografis, politik, militer, dan semua bidang. Untuk itu, umat Islam hendaknya bisa mengembalikan prinsip dasar persatuan dan kesatuan umat Islam seluruh dunia untuk tegaknya jihad global.
Adapun peranan ibu tetap penting, karena meskipun jihad berhubungan dengan masalah fisik yang menjadi domain kaum pria, kaum perempuan juga perlu menjalankan “kehidupan para mujahidin” seperti yang dijalani suami-suami mereka. Para istri harus memberikan dukungan bagi suami yang akan pergi berjihad, bersyukur jika sang suami mati syahid dan bersabar jika suaminya menjadi tawanan perang.Seorang perempuan yang berjihad posisinya sama dengan perempuan dari kaum Ansor. Kaum perempuan itu melihat bagaimana Islam mengambil ayah, saudara lelaki, suami dan anak-anak lelaki mereka, tapi kaum perempuan itu tetap membuka pintu-pintu rumah mereka untuk para mujahidin, mengorbankan harta mereka untuk para mujahidin, karena mereka tahu pahala yang mereka dapatkan dari tindakan mereka.
Setelah pemaparan kedua belah pihak, dimana Ustadz Bachrum lebih ke arah romantika dan Ustadz M Fachry ke arah Problematika, sesi tanya jawab pun dimulai. Para peserta ternyata sangat antusias, terlihat dari banyaknya pertanyaan baik dari para suami maupun para ummahat yang hadir pada saat itu.
Alhamdulillah, seluruh pertanyaan dibahas tuntas dengan solusi dan saran-saran untuk kehidupan rumah tangga yang lebih baik ke depan, agar bisa mendukung jihad global yang saat ini tengah terjadi.
Acara ditutup menjelang adzan zuhur, dan khusus Forsium berlanjut dengan acara internal, bazzar, dan khitan untuk akhwat. Acara berakhir menjelas sholat ashar dan para peserta pulang dengan membawa banyak manfaat, baik ilmu, hubungan silaturahim yang semakin kuat, dan sinergitas kerja yang lebih baik. Insya Allah!

Syekh Anjem Choudary & Syekh Abu Izudeen Kampanye Syariat Islam Di Indonesia, Allahu Akbar!

Shariah 4 the world
M Fachry untuk Al-Mustaqbal Channel
JAKARTA- Syekh Anjem Choudary sudah begitu dikenal umat Islam Indonesia, juga dunia. Beliau adalah aktivis Islam4UK, dan dikenal sebagai aktivis penegakan syariat Islam yang konsisten. Adapun Syekh Abu Izudeen dikenal sebagai Juru Bicara Aktivis Islam UK yang kerap turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi Islam dan membela hak-hak kaum Muslimin di seluruh dunia. Kini, keduanya atas undangan Sharia4Indonesia akan datang ke Indonesia untuk kampanye Syariat Islam dan penegakan Khilafah Islamiyah. Allahu Akbar!
Alhamdulillah, Shariah 4 Indonesia kembali menggelar acara bersejarah di negeri mayoritas Muslim ini, yakni Kampanye Shariah Untuk Dunia (Sharia 4 The World Campaign) yang akan menghadirkan para pejuang syariat tingkat internasional, seperti Syekh Anjem Choudary dan Syekh Abu Izudeen.
Kedua Syekh tersebut, Insya Allah, bersama aktivis Shariah4Indonesia, dan juga FAKSI (Forum Aktivis Syariat Islam) dan beberapa organisasi massa Islam lainnya, akan mengadakan Kampanye Shariah Untuk Duna (Shariah 4 The World Campaign) mulai tanggal 23 September – 02 Oktober 2013, di kota-kota besar di Indonesia, seperti di Jakarta, Bandung, Malang, Medan, Bukit Tinggi, Depok, Ciputat dan Pamulang.
Dalam acara road show yang digelar, selain mengusung tema utama, Shariah 4 The World, penegakan syariat Islam dan Khilafah Islamiyah, Syekh Anjem dan Syekh Abu Izudeen juga akan membantu proses sosialisasi dan realisasi Solidaritas Dunia Islam (SDI), sebuah upaya nyata dari ummat Islam negeri ini untuk membantu saudara-saudara Muslimnya di pelbagai belahan dunia. Insya Allah!
Hadir dan jangan sampai antum semua ketinggalan acara yang sangat berharga ini. Untuk konfirmasi dan media bisa menghubungi CP Abu Haniyah di nomer : 0859 5954 7717. Allahu Akbar!
Sumber : sharia4Indonesia.com